Minggu, 13 April 2014

Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Jenis-jenis data :

Menurut sifatnya :
  • Data Kualitatif: data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll. 
  • Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll. 

Menurut sumbernya :
  • Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll. 
  • Data Eksternal: data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan. 

Menurut cara memperolehnya :
  • Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi. 
  • Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi. 

Menurut waktu pengumpulannya :
  • Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner. 
  • Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang
    beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.

Teknik Pengambilan sampel :

1. Metode acak sederhana (simple random sampling)

2. Metode sistematis (systematic sampling)

3. Metode acak berlapis (stratified random sampling)

4. Metode kelompok/gugus (cluster sampling)

5. Metode bertahap (multistage sampling)

Teknik pembuatan kuesioner :

Langkah 1 :
- Menentukan hipotesis
- Menentukan tipe survey yang akan digunakan
- Menentukan pertanyaan-pertanyaan survey
- Menentukan kategori jawaban
- Mendesain letak survey

Langkah 2 :
- Rencanakan bagaimana data akan dikumpulkan
- Uji awal alat pengukuran

Langkah 3 :
- Tentukan target populasi
- Tentukan teknik sampling (random sampling, non random sampling)
- Tentukan ukuran sampel
- Pilih sampel

Langkah 4 :

- Tentukan responden
- Lakukan interview/wawancara
- Kumpulkan data dengan teliti

Langkah 5 :
- Masukan data kedalam komputer
- Periksa ulang seluruh data
- Lakukan analisis statistik pada data yang diperoleh

Langkah 6 :
- Jelaskan metode dan penemuan dalam laporan penelitian
- Presentasikan untuk mendapat masukan dan evaluasi

Sumber :

http://lokerskripsi.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-kuisionerangket.html

http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-data-dan-jenis-data.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Data

Hipotesis

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Ciri-ciri hipotesis yang baik :

1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel variabel-variabel.

3) Hipotesis harus dapat diuji

4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada

5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin

Manfaat hipotesis :
1.Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian

2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yangkadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.

3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpakoordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh

4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

Macam-macam hipotesis :

1. Hipotesis penelitian / hipotesis kerja
2. Hipotesis operasional
3. Hipotesis statistik

Sumber :

http://www.academia.edu/3994920/2_Hipotesis
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/ciri-ciri-hipotesis-yang-baik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis

Karya Ilmiah

Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

Ciri-ciri karya ilmiah :

Objektif. Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.

Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.

Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 

Macam-macam karya ilmiah :

·      Skripsi
·      Laporan penelitian
·      Tesis
·      Disertasi
·      Surat pembaca
·      Laporan kasus
·      Laporan tinjauan
·      Resensi
·      Monograf
·      Referat
·      Kabilitasi



Sikap-sikap karya ilmiah :

1) Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

2) Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

3) Sikap Obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

4) Sikap Ingin Menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.

5) Sikap Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap Tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Sumber :

http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42