Rabu, 04 Juni 2014

Kutipan


Pengerian Kutipan : pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.

Jenis-jenis kutipan :

1 Kutipan langsung ‘to quote’

· Mengutip sama persis seperti sumbernya.

· Ada 2 macam yaitu panjang dan pendek


2 Kutipan tidak langsung ‘to paraphrase’

· Mengambil gagasan atau ide dari sumber tertentu tetapi dikalimatkan dengan bahasa si pengutipnya = menyitir (sitiran)

Teknik penulisan kutipan

Kutipan langsung pendek
Kutipan tidak lebih dari 4 baris
Kutipan diintegrasikan langsung dalam teks
Jarak baris kutipan sama dengan jarak baris teks yang ada (2 atau 11/2 spasi)
Kutipan diapit dengan tanda kutip (“”)

Kutipan langsung panjang
Kutipan 4 baris atau lebih
Kutipan dipisahkan dengan badan teks
Kutipan berjarak 1 spasi (badan naskah biasanya 2 atau 1 ½ spasi)
Kutipan tidak selalu menggunakan tanda kutip (boleh ada, boleh tidak)
Seluruh kutipan diletakkan menjorok ke dalam (5-7 ketukan)
Jika terjadi, kutipan dalam kutipan, gunakan tanda tunggal/jamak
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.



Cara membuat catatan kaki
  1. Pisahkan catatan kaki dengan garis panjang 14 karakterdan margin kiri beri jarak 4 spasi dari teks tulisan.
  2. Gunakan 1 spasi.
  3. Berikan nomor pada setiap bab dan judul.
  4. Nomor catatan kaki beri jarak 6 karakter dari margin sebelah kiri.
  5. Untuk catatan kaki yang melebihi satu baris, maka baris keduanya ditulis seperti margin teks biasa tepat pada margin sebelah kiri, untuk selanjutnya juga sama.
  6. Beri jarak sama antara catatan kaki satu dengan lainnya, jika catatan kakinya lebih dari satu.
  7. Jarak baris terakhir catatan kaki dari tepi/pinggir kertas bagian bawah tetap 3 cm.
  8. Jangan tulis catatan kaki ke halaman berikutnya, jika terlalu panjangpotonglah tulisan aslinya jangan catatan kakinya.
  9. Jika misalkan keterangan nomor 2 dan 3 sama dan menjadi berurutan, tuliskan kata ibid agar tidak berulang-ulang.
  10. Jika terdapat keterangan yang sama tapi tidak berurutan, tulis keterangan op.cit., lih [x] [x] (artinya nomor keterangan yang sebelumnya).
  11. Gunakan keterangan loc.cit jika keterangan pada op.cit., berisi keterangan artikel.
  12. Penulisan catatan kaki yang bersumber dari artikel atau buku penulisannya mirip daftar pustaka tapi nama pengarang tidak usah dibalik.

Pengertian daftar pustaka

Daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.

Unsur-unsur daftar pustaka

Menulis daftar pustaka dibutuhkan beberapa hal penting yang harus anda ketahui, agar bisa menulis Daftar Pustaka dengan Baik dan Benar anda terlebih dahulu anda harus mengetahui unsur-unsur dalam daftar pustaka, diantaranya adalah :



1. Nama penulis, yang ditulis secara lengkap.

2. Judul buku, didalamnya termasuk Sub judul atau Judul Tambahan.

3. Data publikasi, penerbit, tempat terbit, tanggal publikasi, cetak keberapa, nomor volume dan tebal (jumlah halaman) buku.

4. Untuk beberapa artikel diperlukan juga judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, volume, nomor dan tahun. 



Teknik penulisan daftar pustaka :

1. Nama penulis diurutkan sesuai alfabetis dari A-Z, nama pengarang yang ditulis lebih dahulu adalah nama belakang, jika ada nama atau buku asing maka sebaiknya didahulukan dulu untuk ditulis.

2. Beri Tanda titik sebagai jeda kemudian tulis tahun buku diterbitkan

3. Selanjutnya beri tanda titik lagi dan tulis judul buku yang dicetak miring atau ditulis tebal dan diberi garis bawah.

4. Beri tanda titik lagi kemudian tulis kota tempat buku diterbitkan.

5. Yang terakhir setelah kota beri titik dua dan tulis penerbit buku tersebut

6. Jika yang dipakai referensi pengarangnya sama tapi bukunya berbeda, anda dapat menuliskannya tepat dibawah nama penulis dan memberi garis panjang.

7. Sebaiknya dipisah antara referensi yang berasal dari buku, internet atau media cetak.

sumber :




















Minggu, 13 April 2014

Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Jenis-jenis data :

Menurut sifatnya :
  • Data Kualitatif: data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll. 
  • Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll. 

Menurut sumbernya :
  • Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll. 
  • Data Eksternal: data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan. 

Menurut cara memperolehnya :
  • Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi. 
  • Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi. 

Menurut waktu pengumpulannya :
  • Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner. 
  • Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang
    beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.

Teknik Pengambilan sampel :

1. Metode acak sederhana (simple random sampling)

2. Metode sistematis (systematic sampling)

3. Metode acak berlapis (stratified random sampling)

4. Metode kelompok/gugus (cluster sampling)

5. Metode bertahap (multistage sampling)

Teknik pembuatan kuesioner :

Langkah 1 :
- Menentukan hipotesis
- Menentukan tipe survey yang akan digunakan
- Menentukan pertanyaan-pertanyaan survey
- Menentukan kategori jawaban
- Mendesain letak survey

Langkah 2 :
- Rencanakan bagaimana data akan dikumpulkan
- Uji awal alat pengukuran

Langkah 3 :
- Tentukan target populasi
- Tentukan teknik sampling (random sampling, non random sampling)
- Tentukan ukuran sampel
- Pilih sampel

Langkah 4 :

- Tentukan responden
- Lakukan interview/wawancara
- Kumpulkan data dengan teliti

Langkah 5 :
- Masukan data kedalam komputer
- Periksa ulang seluruh data
- Lakukan analisis statistik pada data yang diperoleh

Langkah 6 :
- Jelaskan metode dan penemuan dalam laporan penelitian
- Presentasikan untuk mendapat masukan dan evaluasi

Sumber :

http://lokerskripsi.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-kuisionerangket.html

http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-data-dan-jenis-data.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Data