Minggu, 13 April 2014

Hipotesis

Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Ciri-ciri hipotesis yang baik :

1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel variabel-variabel.

3) Hipotesis harus dapat diuji

4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada

5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin

Manfaat hipotesis :
1.Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian

2. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yangkadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.

3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpakoordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh

4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

Macam-macam hipotesis :

1. Hipotesis penelitian / hipotesis kerja
2. Hipotesis operasional
3. Hipotesis statistik

Sumber :

http://www.academia.edu/3994920/2_Hipotesis
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/ciri-ciri-hipotesis-yang-baik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis

Karya Ilmiah

Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya.

Ciri-ciri karya ilmiah :

Objektif. Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.

Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau ‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.

Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 

Macam-macam karya ilmiah :

·      Skripsi
·      Laporan penelitian
·      Tesis
·      Disertasi
·      Surat pembaca
·      Laporan kasus
·      Laporan tinjauan
·      Resensi
·      Monograf
·      Referat
·      Kabilitasi



Sikap-sikap karya ilmiah :

1) Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.

2) Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.

3) Sikap Obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

4) Sikap Ingin Menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.

5) Sikap Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap Tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Sumber :

http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42

Senin, 10 Maret 2014

Induktif

Pengertian :

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

Contoh :

Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.


Generalisasi :
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh :
Jessica adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik
Nabilla adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik
Generalisasi : Semua bintang iklan berparas cantik


Analogi :
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. 
Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.


Hubungan Kausal :

Hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi dimana peristiwa yang satu menjadi penyebab terjadinya peristiwa yang lain, tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Contoh :

Naiknya gaji pegawai negeri mengakibatkan naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok dipasar, namun peristiwa ini tidak berlaku sebaliknya, karena naiknya harga kebutuhan pokok dipasar tidak dapat menaikkan gaji pegawai negeri.

Hipotesis dan Teori :
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Contoh :

Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka...) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.


Teori :

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.


Sumber : 


Deduktif

Pengertian :

Penalaran deduktif adalah suatu proses penalaran yang berawal dari suatu peristiwa umum untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap khusus yang berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum.

Silogisme :

1. Silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan.

Contoh :

Olahraga itu sehat.
pemain sepak bola berolahraga.
Jadi, semua pemain bola sehat.

2. Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi.

Contoh :

Premis Mayor  : Jika Fahri bangun tidur kesiangan, maka Ia akan terlambat pergi ke sekolah.
Premis Minor   : Fahri bangun kesiangan.
Konklusi          : Sebab itu, fahri terlambat pergi ke sekolah.

Premis Mayor  : Jika Revi mencuri uang Ibunya, maka Ia akan dihukum.
Premis Minor   : Revi tidak jadi mencuri uang Ibunya.
Konklusi          : Sebab itu, Revi tidak jadi dihukum

3. Silogisme alternatif atau disebut juga silogisme disjungtif. Silogisme ini dinamakan demikian, karena proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan. Sebaliknya porposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.  

Contoh :

Premis mayor  : Rina makan ikan atau ayam
Premis minor   : Rina makan ayam
Konklusi          : Sebab itu, Rina tidak makan ikan.
Atau
Premis mayor  : Rina makan ikan atau ayam
Premis minor   : Rina tidak makan ikan
Konklusi          : Sebab itu, Rina makan ayam.

Entimen :

Entimem atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah “enthymeme” kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme. Kata lainnya, entimem merupakan silogisme yang diperpendek.

Contoh :

Murid yang baik tidak pernah terlambat.
Ferry murid yang baik.
Ferry tidak pernah terlambat.

Sumber :

http://widyapramesthy.blogspot.com/2013/04/penalaran-deduktif-cara-penarikkan.html
http://tiwi1990.wordpress.com/2011/04/13/silogisme-kategorial/
http://rivaldiligia.wordpress.com/2012/06/04/tugas-bahasa-indonesia-penalaran-deduktif/
http://www.ekohadhiprasetyo.com/2012_04_01_archive.html
http://amrozi-gitz.blogspot.com/2012/04/tugas-bahasa-indonesia-2.html

Penalaran

1. Penalaran adalah suatu proses atau suatu aktivitas berpikir untuk menarik kesimpulan atau proses berpikir dalam rangka membuat suatu pernyataan baru yang benar berdasar pada beberapa pernyataan yang kebenarannya telah dibuktikan atau diasumsikan sebelumnya (Fajar Shadiq, 2003 dalam Wardhani, 2008:11).

Jadi, penalaran merupakan suatu proses berfikir untuk mendapatkan suatu pernyataan yang benar dan telah dibuktikan sebelumnya.

2. Proposisi merupakan kalimat yang mana dasar dalam logika informatika tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah.

3. Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi  dari  fakta  yang  diketahui.  Inferensi  adalah  konklusi  logis  atau  implikasi berdasarkan informasi yang tersedia.

4. Implikasi adalah Pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “Jika….maka….”  disebut Implikasi, pernyataan bersyarat, kondisional atau hypothesical dengan notasi p => q

5. Wujud Evidensi semua fakta, kesaksian, dan informasi yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.

6. Cara Menguji Fakta
a. Konsistensi : Tidak ada satu evidensi yang bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain, maka argumentasi itu tidak akan meyakinkan pembaca atau pendengar.

b. Koherensi : fakta yang digunakan sebagai evidensi harus koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan juga sikap yang berlaku. Penulis harus meyakinkan pembaca untuk menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang dikemukakannya.

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/90790581/Pengertian-Penalaran

 


 

Minggu, 12 Januari 2014

bagaimana pendapat anda terhadap perilaku konsumen di jabodetabek khususnya kota depok?

menurut pendapat saya tentang perilaku konsumen di kota Depok adalah para konsumen mulai selektif dalam memilih tempat-tempat yang banyak menyediakan berbagai macam barang dan makanan. seperti kita tahu sekarang kota Depok sudah mulai dipadati dengan cafe-cafe dan restaurant yang menyediakan berbagai jenis makanan dan berbagai pusat perbelanjaan. faktornya mungkin dengan lokasi yang strategis dan padatnya penduduk di kota Depok. dengan kata lain para konsumen khususnya di kota Depok ini sudah mulai bisa memilih mana barang yang bisa mereka konsumsi atau tidak.

apa yang mempengaruhi dan alasan anda dalam memutuskan untuk membeli suatu barang ?

alasan saya yang pertama dalam memutuskan untuk membeli suatu barang adalah harga. karena harga faktor yang sangat penting dalam pembelian barang dan harga tersebut harus cocok dengan budged yang saya miliki. kedua adalah kualitas dari barang tersebut. banyak merk barang yang bagus saat ini dan terkadang barang tersebut tidak dapat terjangkau, maka sebaiknya kita mencari barang yang kualitas tidak kalah jauh tetapi barang tersebut bisa kita jangkau dengan harga murah.